Sejarah

Sejarah Berdirinya SD NEGERI SENDANGMULYO 04

18.jpgBerawal dari adanya proyek TK- SD Model yang ditawarkan ke berbagai pihak, bahwa Kota Semarang sebagai ibu kota Propinsi Jawa Tengah perlu mempunyai TK – SD Model. Bapak DR. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc. sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang menyampaikan ide ke Walikota Semarang yang saat itu di jabat oleh Bapak H. Sukawi Sutarip, agar Kota Semarang memiliki sekolah sebagaimana yang dimaksud.

Pak Rasdi menyampaikan ke Walikota untuk membuat surat kesediaan (bersedia menerima TK-SD Model). Kemudian yang perlu dipersiapkan adalah bertemu dengan Direktur Pusat untuk menyampaikan Proposal. Beliau meminta tolong ke Direktur Utama Widya Konsultan (Ir. Nugroho) berkenaan dengan proposal tersebut, agar proposal tersebut dapat disetujui.

Adapun mekanisme pelaksanaan pendirian TK-SD Model yang dalam perkembangannya disebut TK – SD Bertaraf Internasional harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

  1. Setiap Kota Kabupaten minimal 1 TK, SD, SMP, SMA, SMK Bertaraf Internasional.
  2. Sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
  3. Perbandingan Anggaran Pusat 70%, Daerah 30%.
  4. Luas tanah minimal 5,7 hektar menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat.


Untuk tahap 1 secara Nasional diberi 5 sekolah, tidak termasuk Semarang (2003). Berkat perjuangan dan ide Bapak Rasdi bersama Drs.H. Soedjoko berusaha keras untuk mendapatkan bantuan, akhirnya pada tahun 2004 Kota Semarang mendapat jatah dan tercapai kesepakatan (MOU) surat-surat tersebut ditandatangani segera dibentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh Ir.H. Djoko Murwinanto.

Tetapi pada tanggal ...Makamah Agung Memutuskan SDN Bertaraf Internasional dihapus menjadi Sekolah Dasar Negeri Nasional yang sekarang menjadi SD Negeri SendangMulyo 04 Semarang.